
Pada post sebelumnya telah saya jelaskan bahwa anda tidak perlu mempunyai bengkel produksi untuk membuat produk yang akan anda jual. Ingat bahwa siapa yang menguasai pemasaran akan lebih diuntungkan dibandingkan siapa yang mampu memproduksi barang.
Para pengrajin biasanya tidak memiliki banyak waktu untuk memasarkan produknya. Mereka lebih berkonsentrasi mengawasi proses produksi daripada harus berkeliling mencari order. Kenyataan di lapangan membuktikan, bahwa rata-rata para pengusaha UKM kita tidak memiliki akses ke dunia maya, peluang inilah yang harus anda raih.
Anda hanya perlu mencari pengrajin/pelaku bisnis UKM di sekitar anda. Carilah pengrajin yang menghasilkan produk yang khas yang jarang dijumpai di tempat lain atau pengrajin yang menghasilkan produk yang identik dengan daerah anda. Hindari produk yang dapat busuk seperti produk makanan, kue, buah-buahan atau sayuran karena besarnya resiko yang harus kita tanggung pada saat pengiriman. Saran saya carilah pengrajin yang produknya dari material yang tidak dapat busuk seperti pengrajin ukiran kayu, aksesoris-aksesoris dll.
Setelah anda menemukan sentra pengrajin UKM, cobalah untuk melakukan pendekatan kepada mereka. Tawarkan kerjasama dimana anda akan membantu mereka dari segi pemasarannya. Perlu diperhatikan di sini adalah karakter dari pengrajin tersebut. Kelemahan dari para pelaku UKM adalah kemampuan mereka dalam menepati waktu penyelesaian suatu pesanan. Kadang kala para pengrajin terlalu berani mengambil beberapa order sekaligus padahal mereka menyadari bila kapasitas produksi mereka tidak memadai, hal ini akan berakibat terlambatnya deadline penyelesaian sebuah pesanan, padahal ketepatan waktu merupakan nilai lebih bagi para buyer.
Setelah anda menemukan produk yang layak untuk ditawarkan, buatlah foto-foto produk tersebut kemudian upload ke web atau blog anda, maka anda sudah memiliki toko lengkap dengan produk yang ditawarkan. Hitunglah biaya produksi dan transportasi barang untuk menentukan margin harga yang anda minta. Anda juga harus mulai mempelajari cara-cara pembayaran seperti cek, giro dll. Hindari sistem kontra bon karena akan mengganggu cashflow anda. Untuk pengiriman barang, sering-seringlah berkonsultasi dengan penyedia jasa ekspedisi untuk mendapatkan jasa pengiriman yang murah dan aman
Para pengrajin biasanya tidak memiliki banyak waktu untuk memasarkan produknya. Mereka lebih berkonsentrasi mengawasi proses produksi daripada harus berkeliling mencari order. Kenyataan di lapangan membuktikan, bahwa rata-rata para pengusaha UKM kita tidak memiliki akses ke dunia maya, peluang inilah yang harus anda raih.
Anda hanya perlu mencari pengrajin/pelaku bisnis UKM di sekitar anda. Carilah pengrajin yang menghasilkan produk yang khas yang jarang dijumpai di tempat lain atau pengrajin yang menghasilkan produk yang identik dengan daerah anda. Hindari produk yang dapat busuk seperti produk makanan, kue, buah-buahan atau sayuran karena besarnya resiko yang harus kita tanggung pada saat pengiriman. Saran saya carilah pengrajin yang produknya dari material yang tidak dapat busuk seperti pengrajin ukiran kayu, aksesoris-aksesoris dll.
Setelah anda menemukan sentra pengrajin UKM, cobalah untuk melakukan pendekatan kepada mereka. Tawarkan kerjasama dimana anda akan membantu mereka dari segi pemasarannya. Perlu diperhatikan di sini adalah karakter dari pengrajin tersebut. Kelemahan dari para pelaku UKM adalah kemampuan mereka dalam menepati waktu penyelesaian suatu pesanan. Kadang kala para pengrajin terlalu berani mengambil beberapa order sekaligus padahal mereka menyadari bila kapasitas produksi mereka tidak memadai, hal ini akan berakibat terlambatnya deadline penyelesaian sebuah pesanan, padahal ketepatan waktu merupakan nilai lebih bagi para buyer.
Setelah anda menemukan produk yang layak untuk ditawarkan, buatlah foto-foto produk tersebut kemudian upload ke web atau blog anda, maka anda sudah memiliki toko lengkap dengan produk yang ditawarkan. Hitunglah biaya produksi dan transportasi barang untuk menentukan margin harga yang anda minta. Anda juga harus mulai mempelajari cara-cara pembayaran seperti cek, giro dll. Hindari sistem kontra bon karena akan mengganggu cashflow anda. Untuk pengiriman barang, sering-seringlah berkonsultasi dengan penyedia jasa ekspedisi untuk mendapatkan jasa pengiriman yang murah dan aman

Tidak ada komentar:
Posting Komentar